DPD IMM Riau Bahas Arah Kaderisasi, Dorong Sistem yang Inklusif dan Adaptif Hadapi Tantangan Zaman

  • Sabtu, 01 Agustus 2026 - 13:57:59
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Perkaderan Tahun 2026 yang dirangkai dengan Sarasehan Perkaderan IMM Riau, Sabtu-Ahad (1-2/8/2026), di Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (Umri)


Mengusung tema "Pengembangan Kader untuk Kepemimpinan Masa Depan Indonesia", kegiatan ini diikuti jajaran Bidang Perkaderan DPD IMM Riau bersama perwakilan enam Pimpinan Cabang (PC) IMM se-Riau. Rakor menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus menyusun arah baru sistem kaderisasi yang lebih inklusif, relevan, dan mampu menjawab dinamika perkembangan zaman.


Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari sarasehan bersama para mantan Ketua Umum DPD IMM Riau dan instruktur, bedah Sistem Perkaderan Ikatan (SPI) IMM, hingga lokakarya mengenai pelaksanaan perkaderan formal dan informal.


Ketua Panitia, Boy Syahril, S.I.Kom., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi juga ruang bertukar gagasan guna memperkuat sistem kaderisasi IMM di Riau. Menurutnya, organisasi membutuhkan format perkaderan yang mampu menjawab kebutuhan kader dan tantangan masyarakat yang terus berkembang.


"Rakor ini kami rancang sebagai ruang koordinasi sekaligus sarasehan untuk merumuskan model perkaderan IMM yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman. Kaderisasi yang baik akan melahirkan kepemimpinan yang terarah, karena pemimpin yang tidak melalui proses kaderisasi akan kehilangan arah dalam menjalankan organisasi," ujarnya.



Boy menambahkan, kader IMM saat ini juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, serta kreativitas agar mampu bersaing dan berkontribusi di tengah perubahan global yang semakin cepat.


Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Riau, Alpin Jarkasih Husein Harahap, S.Kom., menegaskan bahwa setiap kader IMM harus mengembangkan tiga kompetensi utama, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai karakter dasar kader Muhammadiyah.


"Kader IMM harus memiliki tiga kompetensi utama, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Kehadiran kita di organisasi harus membawa manfaat, bukan menjadi benalu. Ketika kita telah mengikrarkan diri sebagai kader IMM, maka kita juga harus siap berjuang dan bertanggung jawab terhadap amanah organisasi," katanya.


Menurut Alpin, religiusitas menjadi fondasi dalam setiap gerakan organisasi. Sementara intelektualitas harus tercermin melalui budaya akademik yang jujur, bebas dari plagiarisme, serta mampu melahirkan gagasan-gagasan yang mencerahkan. Adapun nilai humanitas diwujudkan melalui karya dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Rakor tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau yang juga Koordinator Bidang Perkaderan, Dr. H. Baidarus, M.M., M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kader merupakan inti dari gerakan Muhammadiyah sehingga proses kaderisasi harus terus diperkuat dengan menjadikan religiusitas sebagai fondasi utama.



"Kader adalah inti gerakan Muhammadiyah. Karena itu, proses kaderisasi harus terus diperkuat dengan menjadikan nilai religiusitas sebagai fondasi utama. Melalui sinergi Muhammadiyah, IMM, dan UMRI, kita berharap lahir kader-kader Persyarikatan yang mampu mewujudkan kampus Islami dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegas Baidarus yang juga menjabat Wakil Rektor II UMRI.


Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kampus Islami melalui penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Menurutnya, pembinaan kader harus dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan, mulai dari Masa Ta'aruf (MASTA) di tingkat fakultas hingga Darul Arqam Dasar di tingkat universitas.


Melalui sinergi Muhammadiyah, IMM, dan UMRI, Rakor Bidang Perkaderan Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru untuk memperkuat sistem kaderisasi IMM di Riau sekaligus mencetak kader yang unggul, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, serta Persyarikatan Muhammadiyah.**

Read more info "DPD IMM Riau Bahas Arah Kaderisasi, Dorong Sistem yang Inklusif dan Adaptif Hadapi Tantangan Zaman" on the next page :

Berita Terkait

Populer