IFP Sentuh Maumere, Ciptakan Pembelajaran Interaktif di Ruang Kelas

  • Jumat, 20 Februari 2026 - 06:40:25
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- Program digitalisasi pembelajaran terus diperkuat untuk menghadirkan proses belajar yang sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan saat ini. Kebijakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 mengenai revitalisasi satuan pendidikan, SMA Unggul Garuda, dan digitalisasi pembelajaran.


Melalui program ini, pemerintah menyediakan peralatan pendukung pembelajaran seperti Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP), laptop, dan media penyimpanan konten pembelajaran untuk mendorong pergeseran kelas menjadi lebih interaktif dan modern.


Menurut data dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang keluar pada 17 Februari 2026, program digitalisasi pembelajaran di jenjang SMA menunjukkan hasil yang sangat baik. Untuk IFP, dari total 14. 829 unit yang dialokasikan, semuanya sudah diterima dan mencapai 100 persen di sekolah-sekolah.


Distribusi laptop dan media penyimpanan juga menunjukkan hasil yang baik. Dari 14. 660 unit yang dialokasikan, sebanyak 14. 578 unit sudah sampai di satuan pendidikan, yang berarti 99,44 persen, sementara sisanya 82 unit masih dalam proses pengiriman. Layanan internet untuk SMA juga sudah sepenuhnya terwujud, dengan 166 satuan layanan aktif di sekolah. 


Dalam hal dukungan listrik, dari 49 usulan pengadaan listrik, sebanyak 27 sekolah sudah dalam kondisi menyala dan 17 sekolah sedang diproses, dengan total pembayaran mencapai Rp57 juta.



Salah satu sekolah yang mendapatkan manfaat dari program ini adalah SMASK Bhaktyarsa Maumere, yang telah menerima dan memanfaatkan PID dalam kegiatan belajar. 


Penggunaan perangkat ini tidak hanya memberikan tampilan visual yang menarik, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih partisipatif dan kolaboratif.


Dalam praktiknya, penggunaan PID atau IFP membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik melalui tampilan multimedia, simulasi, dan integrasi bahan ajar digital. Proses pembelajaran yang sebelumnya hanya menggunakan papan tulis biasa kini telah berubah menjadi pengalaman belajar yang lebih interaktif, di mana siswa dapat terlibat langsung dalam diskusi, presentasi, atau praktik berbasis visual.


“Dengan adanya PID, guru bisa lebih berinovasi agar pembelajaran tidak terasa monoton. Hal ini secara tidak langsung juga meningkatkan profesionalisme guru dalam memanfaatkan teknologi,” kata Kepala SMASK Bhaktyarsa, Sr. Marcelina Lidi.


Para pengajar juga merasakan perubahan signifikan dalam proses belajar. Makrina Liliosa Elmi, yang mengajar Pendidikan Kewarganegaraan, mengatakan bahwa dengan layar sentuh dan kemudahan mengakses berbagai sumber belajar digital, penjelasan materi menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.



“Anak-anak sangat antusias menggunakan PID. Perangkat ini juga menambah variasi dan referensi dalam cara mengajar saya,” tuturnya.


Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh siswa. Materi yang disajikan melalui animasi, video, dan latihan interaktif membuat suasana kelas jadi lebih hidup dan menarik. Venansius Juliano Gesiraja, salah satu siswa SMASK Bhaktyarsa, mengatakan bahwa penggunaan PID membuat pelajaran terasa lebih mudah dan menarik berkat berbagai konten visual. 


“Menggunakan PID ini membuat materi lebih mudah dipahami karena banyak video pembelajaran yang membantu. Kami juga bisa mengerjakan LKPD dengan cara yang lebih praktis,” ujarnya.


Pemanfaatan PID di SMASK Bhaktyarsa Maumere menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkaya metode pembelajaran di kelas. Dengan dukungan perangkat digital ini, interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih aktif, materi lebih mudah dieksplorasi, dan suasana belajar semakin hidup.


Sejalan dengan pergeseran menuju pembelajaran berbasis digital ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran guru dalam pendidikan. “Guru tetap menjadi kunci. PID ini hanyalah alat untuk belajar,” ujarnya.



Dia juga mendorong para guru untuk memaksimalkan penggunaan platform Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital yang terintegrasi, yang menawarkan video pembelajaran interaktif, artikel, laboratorium virtual, permainan edukatif, dan latihan soal yang dapat diakses oleh guru dan siswa. **


 

Read more info "IFP Sentuh Maumere, Ciptakan Pembelajaran Interaktif di Ruang Kelas" on the next page :

Berita Terkait

Populer