Kemendikdasmen Fokus pada Revitalisasi 65 SLB di Indonesia Timur
Jumat, 20 Februari 2026 - 13:20:28
Oleh admin
Riaupintar.com -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bertekad untuk memperbaiki fasilitas di sekolah luar biasa (SLB) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Komitmen ini ditunjukkan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran serta peningkatan pendidikan vokasional di SLBy, termasuk yang berada di Indonesia Timur.
SLBN Pulau Morotai di Maluku Utara menjadi salah satu sekolah di wilayah timur yang menerima bantuan revitalisasi dengan total dana sebesar Rp1,39 miliar.
Banyak siswa kini lebih bersemangat belajar dan mengembangkan kemampuan diri mereka setelah ruang kelas dan ruang keterampilan diperbaharui sepenuhnya.
Sebelumnya, proses belajar tidak optimal karena kondisi gedung yang rusak dan belum pernah diperbaiki sejak sekolah dibangun pada tahun 2013. Atap ruang kelas sering bocor sehingga siswa terpaksa dipindahkan ke ruangan yang lebih aman saat hujan.
"Dulu, ruang keterampilan sangat rusak sehingga kami jarang menggunakannya karena tidak layak. Sekarang, ruang keterampilan sudah kembali aktif untuk mengajarkan keterampilan anak-anak, mulai dari bermain musik hingga membuat kerajinan dari batok kelapa, yang memang jadi potensi kami di Morotai," ungkap Kepala SLBN Pulau Morotai, Nilla Timbuleng.
Selain mendapatkan dukungan revitalisasi, sekolah ini juga menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) untuk membantu digitalisasi pembelajaran.
"Kami senang sekali anak-anak belajar menggunakan PID, terutama di ruang kelas yang baru yang sangat nyaman. Kami banyak mencari ide untuk bahan ajar termasuk bagaimana meningkatkan keterampilan kerajinan tangan atau musik dari PID ini," tambah Nila.
Di samping itu, ada juga SLBN Raja Ampat di Papua Barat Daya, yang mulai dari September 2025 juga melakukan perbaikan melalui program revitalisasi. Hasilnya, sejak Januari 2026, sekitar 20-an anak berkebutuhan khusus di Raja Ampat kini bisa mendapatkan layanan pendidikan khusus dengan lebih mudah. Sebelumnya, banyak anak yang tidak dapat bersekolah karena jarak SLB yang jauh, yaitu di Kota Sorong.
"Banyak siswa kami yang sudah besar, tetapi baru bisa masuk sekolah karena sebelumnya tidak ada SLB di Raja Ampat. Sekarang, anak-anak berkebutuhan khusus bisa bersekolah, mendapatkan pendidikan, terapi, serta keterampilan di SLBN Raja Ampat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SLBN Raja Ampat, Fandy Dawenan.
SLB Swasta Juga Alami Dampak Revitalisasi
Bukan hanya sekolah negeri, SLB swasta di kawasan Indonesia Timur juga sedang ditingkatkan agar dapat memberikan layanan pendidikan khusus dan vokasional yang lebih baik. Salah satunya terjadi di SLB ST.
Elisabeth Pupung, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala SLB ST. Elisabeth Pupung, Vinsensius Wandu, menyatakan bahwa pemilihan sekolahnya sebagai penerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran telah membuka kesempatan untuk memperbaiki fasilitas belajar yang sebelumnya hanya menempati salah satu rumah warga di Kampung Pupung, Desa Rondo Woing.
"Sekolah kami berada di daerah terpencil, SLBN hanya ada di kota, sehingga kami menampung anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak terjangkau oleh sekolah negeri dan jumlahnya cukup banyak di daerah ini," jelas Vinsensius.
Program revitalisasi telah mengubah total wajah sekolah, dari yang sebelumnya hanya menyewa rumah warga, sekarang SLB ST. Elisabeth Pupung memiliki ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan area yang mendukung aktivitas siswa, sebagian besar berasal dari desa-desa di Kecamatan Rana Mese.
Devan Saputra, salah satu siswa Vinsensius, kini merasa puas dengan ruang kelas barunya dan bantuan PID yang ada di dalam kelas.
"Kami senang sekarang punya sekolah yang lebih nyaman dan tidak malu lagi karena sebelumnya berada di rumah," kata Devan, yang tinggal di Desa Goloros, sekitar dua kilometer dari sekolah.
Orientasi Pembelajaran Khusus Menuju Vokasiona
Selain melalui revitalisasi SLB di Indonesia timur, penguatan pendidikan juga dilakukan dengan program vokasional lembaga sertifikasi profesi pihak pertama (LSP-P1). Ini termasuk SLBN Halmahera Barat, yang telah menjadi SLB LSP-P1 untuk keterampilan sepeda motor dan bekerja sama dengan sejumlah bengkel untuk tempat magang siswa.
"Bidang keterampilan sepeda motor ini telah sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Khusus bagi Penyandang Disabilitas (SK3PD) yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan begitu, setelah lulus, siswa kami dapat langsung mendapatkan sertifikat keterampilan untuk membantu mereka mencari pekerjaan," jelas Kepala SLBN Halmahera Barat, Ismawati Muhammad.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen terus memperkuat layanan pendidikan di Indonesia timur melalui berbagai program, termasuk Revitalisasi Satuan Pendidikan. Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) telah mengalokasikan bantuan untuk 382 SLB di seluruh Indonesia.
Wilayah Indonesia timur menjadi salah satu fokus utama. Program revitalisasi ini telah menargetkan setidaknya 65 SLB di kawasan timur Indonesia mulai dari Sulawesi, Maluku, NTT, hingga Papua, dengan total anggaran lebih dari 90 miliar rupiah.*
Read more info "Kemendikdasmen Fokus pada Revitalisasi 65 SLB di Indonesia Timur" on the next page :