Kemendikdasmen Perkuat Kerjasama Komunitas Lewat Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Meneng
Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:34:07
Oleh admin
Riaupintar.com -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan kesungguhan untuk merealisasikan visi "Pendidikan Berkualitas untuk Semua" melalui penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah: Bersama Komunitas dan Lembaga Masyarakat Mewujudkan Pendidikan Berkualitas untuk Semua.
Kegiatan yang dimotori oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) ini bertujuan untuk menciptakan dialog yang strategis antara pemerintah, komunitas pendidikan, organisasi masyarakat, pengajar, siswa, dan orang tua dalam mendukung pelaksanaan kebijakan pendidikan yang menjadi prioritas di tingkat dasar dan menengah.
Forum ini merupakan bagian dari upaya penyebaran informasi mengenai kebijakan dan program prioritas Kemendikdasmen yang sejalan dengan arah pengembangan pendidikan nasional dalam Asta Cita, yang mencakup 1) Penguatan karakter dan kesehatan dalam pendidikan; 2) Peningkatan kualifikasi, kemampuan, dan kesejahteraan pengajar; 3) Pemberlakuan wajib belajar selama 13 tahun dan pemerataan akses pendidikan; 4) Penguatan literasi, numerasi, serta sains dan teknologi; 5) Penyediaan dan perbaikan infrastruktur pendidikan; dan 6) Pengembangan bahasa dan sastra.
Melalui forum ini, Kemendikdasmen menetapkan tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan pemahaman publik tentang program prioritas pendidikan dasar dan menengah; membangun kerja sama antara komunitas dan lembaga masyarakat sebagai bentuk partisipasi yang menyeluruh; serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap kebijakan dan program Kemendikdasmen.
Kemendikdasmen percaya bahwa kesuksesan perubahan dalam pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pembuatan kebijakan, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam memahami, mendukung, dan mengawasi pelaksanaannya. Dengan adanya kerjasama yang kuat antara pemerintah dan komunitas, visi Pendidikan Berkualitas untuk Semua bisa terlaksana secara berkelanjutan dan inklusif di seluruh tanah air.
“Forum ini menunjukkan bahwa perubahan pendidikan tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Kerja sama dengan komunitas, organisasi masyarakat, para pengajar, orang tua, dan siswa adalah kunci untuk mencapai Pendidikan Berkualitas untuk Semua. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan tidak hanya dipahami, tetapi juga didukung dan dilaksanakan dengan nyata di lapangan,” kata Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti, di Serpong, Sabtu 21 Februari 2026.
“Kami memberikan kesempatan dialog yang seluas-luasnya melalui forum ini. Masukan dari komunitas dan lembaga masyarakat sangat penting agar kebijakan yang kami buat benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi siswa,” tambahnya.
Kepala BKHM, Anang Ristanto, mengungkapkan bahwa keberhasilan penyebaran informasi tentang kebijakan dan program prioritas tidak bisa hanya mengandalkan saluran komunikasi resmi Kemendikdasmen/pemerintah. Informasi akan lebih efektif apabila melibatkan partisipasi aktif masyarakat, lembaga, dan organisasi pendidikan sebagai mitra potensial.
Untuk itu, BKHM terus memperkuat kemitraan kolaboratif dengan melibatkan komunitas dan lembaga masyarakat dalam berbagai kegiatan kementerian, termasuk peluncuran program-program prioritas, Konsolidasi Nasional Tahun 2026, dan berbagai forum koordinasi serta dialog publik yang bersifat terbuka dan partisipatif.
Melalui forum ini, diharapkan dapat terbangun pemahaman yang lebih mendalam tentang kebijakan dan program-program prioritas Kemendikdasmen, sekaligus menjadi tempat untuk menampung aspirasi, masukan, serta praktik baik dari mitra masyarakat. Komunikasi publik yang inklusif dan partisipatif tidak hanya menjadi alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga sarana untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang berbasiskan kerjasama, transparansi, dan akuntabilitas.
Forum Komunikasi Publik ini dihadiri sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pelajar, pengajar, ibu rumah tangga, serta pengurus dan anggota komunitas/organisasi masyarakat seperti Komunitas Kami Pengajar, Sidina Community, Komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa, PP Persatuan Guru NU, PP ‘Aisyiyah, Forum Guru Muhammadiyah, PP Ikatan Pelajar NU, PP Ikatan Pelajar Putri NU, PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan PP Ikatan Pelajar PERSIS.
“Kehadiran para peserta dari beragam komunitas dan lembaga masyarakat mencerminkan semangat kolaborasi lintas elemen dalam mendukung perubahan pendidikan nasional,” kata Anang Ristanto.
Kebijakan Kemendikdasmen yang dibahas dalam forum ini meliputi Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), peningkatan kesejahteraan pengajar, Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.**
Read more info "Kemendikdasmen Perkuat Kerjasama Komunitas Lewat Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Meneng" on the next page :