KKRI Resmi Jadi Ekstrakurikuler Pilihan, Wamendikdasmen: Bukan Militerisasi Sekolah
Kamis, 24 September 2026 - 09:05:58
Oleh admin
Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, menghadiri dan memberikan sambutan dalam kegiatan Grand Launching Korps Kadet Republik Indonesia di SMK Negeri 26 Jakarta, Rabu 23 September 2026. (Istimewa/Rayhan)
Riaupintar.com-- Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) resmi menjadi salah satu ekstrakurikuler pilihan bagi murid jenjang pendidikan menengah. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kesadaran bela negara.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan, keikutsertaan murid dalam KKRI bukan untuk menjadikan mereka prajurit. Menurutnya, KKRI lebih diarahkan pada penguatan karakter dan kesadaran bela negara.
“KKRI ini tidak dimaksudkan untuk menghadirkan militerisme di sekolah. Hal yang ditekankan adalah kesadaran bela negara,” kata Atip saat Peluncuran Ekstrakurikuler KKRI di SMK Negeri 26 Jakarta, Rabu 23 September 2026.
Ia menilai kehadiran KKRI sebagai ekstrakurikuler pilihan dapat menjadi bagian dari upaya sekolah memenuhi hak murid untuk memperoleh pembinaan kesadaran bela negara.
“Kehadiran ekstrakurikuler KKRI ini menurut saya sangat tepat, dan tidak wajib. Ketika sekolah menyelenggarakan pembinaan kesadaran bela negara, maka sebetulnya sekolah sedang memenuhi hak yang dimiliki oleh murid-murid kita,” ujarnya.
Kemendikdasmen sebelumnya telah menyiapkan dasar pelaksanaan KKRI melalui Keputusan Menteri Pendidikan Menengah Nomor 136 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara melalui Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia pada Jenjang Pendidikan Menengah yang ditetapkan 5 Mei 2026.
Ketentuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen sebagai pedoman teknis pelaksanaan di satuan pendidikan.
“KKRI di tingkat pendidikan menengah ini sudah siap untuk dilaksanakan. Harus kita kawal pelaksanaannya untuk mencapai tujuan sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi kita,” kata Atip.
Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Gabriel Lema mengatakan, KKRI tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda untuk membangun karakter dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
“Bagi seorang pelajar, bela negara dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, menghormati guru dan orang tua, membina hubungan yang baik dengan sesama teman, serta menjauhi perundungan,” jelasnya.
Mulai tahun ini, KKRI menjadi kegiatan ekstrakurikuler pilihan di jenjang pendidikan menengah. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pertahanan dan Kemendikdasmen dalam memperkuat pembentukan karakter serta kesadaran bela negara.
Bagi murid, KKRI juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri. Salah satunya dirasakan Rahmad Al Farizky yang mengaku pengalaman mengikuti KKRI turut membuka jalan menuju cita-citanya menjadi pilot.
“Titik balik hadir saat saya mengikuti KKRI. Kini, di Halim Perdanakusuma, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti beasiswa calon penerbang TNI. Di sana, fisik dan mental saya dibina,” tutur Rahmad.
Peserta lainnya, Maraya Najmi Malika, juga merasakan manfaat KKRI dalam membangun dirinya. Aktif di OSIS dan mengikuti KKRI, Maraya mengaku pengalaman tersebut membantunya mempersiapkan diri untuk mewujudkan cita-cita menjadi entrepreneur.
“Jangan hanya mengejar bentuk, temukan fungsi. Hal yang paling penting adalah apa yang bisa aku bangun dan siapa yang bisa merasakan manfaatnya. Itulah arah yang sedang aku pilih untuk menjadi versi terbaik diriku,” ujar Maraya.**
Read more info "KKRI Resmi Jadi Ekstrakurikuler Pilihan, Wamendikdasmen: Bukan Militerisasi Sekolah" on the next page :