Sebanyak 12 Hafiz Bertanding di Pekanbaru, Grand Final MHQ International 2026 Resmi Dibuka

  • Kamis, 12 Maret 2026 - 16:19:16
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- ?Universitas Muhammadiyah Riau (Umri)secara resmi melaksanakan tahap Grand Final dari Kompetisi Internasional Hifz Al-Qur'an (MHQ) 2026. Acara prestisius ini mempertandingkan kategori hafalan 10 juz dan 30 juz, diikuti oleh para hafiz dan hafizah terpilih dari berbagai universitas, baik lokal maupun internasional.


Acara yang berlangsung di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, dibuka dengan resmi oleh Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, MA. Dalam pidatonya yang berlangsung dengan khidmat, ia memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh peserta yang disebutnya sebagai para pembawa Kitabullah.


“Selamat datang kepada para tamu undangan yang terhormat dan kepada para pembawa Kitabullah. Saya mengucapkan selamat kepada para penghafal Al-Qur’an yang telah berusaha keras dalam kompetisi yang penuh berkah ini,” tuturnya di hadapan peserta, panel juri, dan tamu undangan.


Dalam pidatonya, Rektor menjelaskan bahwa Al-Qur’anul Karim merupakan kalam Allah yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, penjelas berbagai persoalan kehidupan, serta pembeda antara yang hak dan yang batil. Hal ini, menurutnya, selaras dengan firman Allah tentang kemuliaan bulan Ramadhan sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.


Dr. Saidul Amin juga menegaskan pentingnya memahami Al-Qur’an secara utuh, tidak hanya dari sisi bacaan, tetapi juga dari sisi makna dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.



“Al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah yang paling agung, baik dari segi huruf maupun maknanya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah, Al-Qur’an adalah kalam Allah, hurufnya dan maknanya. Ia bukan sekadar huruf tanpa makna, dan bukan pula makna tanpa huruf,” tegasnya.


Menurutnya, Al-Qur’an merupakan ruh dan sumber kehidupan bagi umat manusia karena mengandung kebenaran yang nyata serta menuntun manusia menuju jalan yang lurus. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati, cahaya bagi dada, serta pedoman dalam menjalani kehidupan.


Terkait pelaksanaan kompetisi, Rektor Umri menyampaikan bahwa Musabaqah Hifzil Qur’an tingkat internasional ini memiliki nilai strategis, terutama dalam upaya mengagungkan Kitabullah di tengah kehidupan mahasiswa dan masyarakat.


“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memanfaatkan waktu luang mahasiswa dengan kegiatan yang bermanfaat, sekaligus menjadi jalan untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala,” tuturnya.


Ia berharap ajang ini mampu mempererat hubungan generasi muda dengan Al-Qur’an melalui tilawah, hafalan, tadabur, dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara mahasiswa muslim dari berbagai negara.



Mengakhiri sambutannya, Dr. Saidul Amin memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa memberkahi penyelenggaraan kompetisi dan menganugerahkan kebaikan di dunia maupun di akhirat bagi seluruh pihak yang terlibat.


Babak Grand Final International Hifz Qur'an Competition 2026 dijadwalkan berlangsung sepanjang hari ini dengan penilaian ketat dari dewan hakim Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau untuk menentukan para pemenang terbaik pada masing-masing kategori hafalan.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kompetisi ini diikuti oleh 93 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni 10 juz dengan 55 peserta dan 30 juz dengan 38 peserta. Setelah melalui proses penilaian yang ketat pada tahap penyisihan, dewan hakim menetapkan masing-masing enam hafiz dan hafizah terbaik di setiap kategori untuk melaju ke babak final.


Adapun dua belas peserta yang berhasil melangkah ke babak Grand Final adalah sebagai berikut., untuk Kategori 10 Juz: Muhammad Hafiz Sufi – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; Nizwa Azalia – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; Mursid Affandi – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia; Ahmad Naufal bin Fauzi – Universiti Sains Islam Malaysia, Malaysia; Adinda Mustaqimah Putri – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; dan Ainun Nadhifa – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia.



Sementara itu, pada Kategori 30 Juz: Irji’Ulchaq – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia; Furkon Tokheng – Fatoni University, Thailand; Muhammad Adam Sofyan – Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin, Malaysia; Yogi Saputra – Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia; Ahmad Mashruh bin Ahmad Musthafi – International Islamic University, Malaysia; serta Fadhil Pratama Adha – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia.


Melalui kompetisi ini,  berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan serta membawa semangat dakwah Islam di tengah masyarakat global.**

Read more info "Sebanyak 12 Hafiz Bertanding di Pekanbaru, Grand Final MHQ International 2026 Resmi Dibuka" on the next page :

Berita Terkait

Populer