UMRI Perkuat Budaya K3L, Puluhan Laboran dan Teknisi Dibekali Standar Keselamatan Laboratorium
Rabu, 29 Juli 2026 - 16:52:22
Oleh admin
Riaupintar.com -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan kampus. Sebanyak 35 laboran dan teknisi mengikuti Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sebagai upaya meningkatkan kompetensi pengelolaan laboratorium yang aman, profesional, dan berstandar, Rabu 29 Juli 2026.
Pelatihan yang digelar di Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, sekaligus mendukung kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Umri, Dr. Baidarus, MM., M.Ag., dengan menghadirkan tiga narasumber yang berpengalaman di bidang keselamatan kerja dan keteknikan. Mereka adalah Ketua Deputi Kerja Sama Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ir. Karnoto Gondo Suwandiko, ST., MM.,
Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Dr. Ir. Rival Lino, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., serta Dekan Fakultas Teknik UMRI, Dr. Ir. Indra Hasan, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), pengawasan ketenagakerjaan dalam penerapan budaya keselamatan di laboratorium, hingga strategi membangun sistem tata kelola laboratorium yang profesional dan berorientasi pada pencegahan risiko.
Dalam sambutannya, Dr. Baidarus menegaskan bahwa laboratorium merupakan pusat aktivitas akademik yang harus dikelola dengan standar keselamatan tinggi.
"Laboratorium adalah jantung berbagai aktivitas akademik di perguruan tinggi. Karena itu, penerapan budaya K3L harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi bagian dari karakter dan budaya kerja seluruh sivitas akademika. Melalui pelatihan ini, kami berharap kompetensi laboran dan teknisi semakin meningkat sehingga mampu menciptakan lingkungan laboratorium yang aman, nyaman, dan produktif," ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan K3L yang konsisten akan memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan laboratorium sekaligus memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang unggul.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana, Raja Suci Harlizah, SE., MM., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi UMRI dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang bertugas mengelola laboratorium.
Menurutnya, laboran dan teknisi memegang peran penting dalam memastikan setiap aktivitas praktikum maupun penelitian berjalan sesuai prosedur keselamatan.
"Pemahaman mengenai K3L harus terus diperkuat agar setiap aktivitas laboratorium berjalan sesuai standar keselamatan, meminimalkan risiko kecelakaan kerja, serta mendukung terciptanya budaya kerja yang profesional dan berkelanjutan," kata Raja Suci yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Umri.
Tak hanya memperdalam pemahaman mengenai regulasi K3L, para peserta juga memperoleh wawasan praktis terkait implementasi standar keselamatan di laboratorium, mekanisme pengawasan ketenagakerjaan, hingga pentingnya membangun budaya keselamatan yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
Melalui pelatihan ini, Umri berharap seluruh laboratorium di lingkungan kampus mampu menerapkan sistem keselamatan kerja yang lebih baik, sehingga mendukung terciptanya proses pembelajaran dan penelitian yang aman, berkualitas, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.**
Read more info "UMRI Perkuat Budaya K3L, Puluhan Laboran dan Teknisi Dibekali Standar Keselamatan Laboratorium" on the next page :