Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi di Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 - 03:50:51
Oleh admin
Riaupintar.com -- Indonesia sedang secara aktif menerapkan pembelajaran yang berfokus pada siswa dari Jepang untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu inovasi terbaru yang mendukung metode ini adalah "Taman Numerasi". Taman ini berfungsi sebagai tempat belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif.
Tujuannya adalah untuk mengaitkan pembelajaran angka dengan kehidupan sehari-hari, meningkatkan minat, serta memperkuat kemampuan numerasi, berpikir logis, kritis, dan kreatif. Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional yang bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia di bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong pengembangan Gerakan Numerasi di sekolah-sekolah sebagai bagian dari perubahan dalam cara belajar. Sejalan dengan itu, SDN 04 Meruya Selatan memperkenalkan inovasi pembelajaran yang dinamakan INTAN (Inovasi Taman Numerasi) sebagai langkah strategis untuk membentuk budaya numerasi yang menyenangkan, relevan, dan berkelanjutan bagi siswa.
Terletak di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Taman Numerasi INTAN diciptakan sebagai ruang belajar yang interaktif, membantu siswa memahami prinsip-prinsip matematika melalui alat konkret, permainan edukatif, dan kegiatan berbasis proyek. Pendekatan ini tidak hanya mendorong siswa untuk mahir dalam berhitung tetapi juga untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam menghadapi masalah sehari-hari.
Melalui program INTAN, sekolah menghadirkan berbagai sudut numerasi dengan alat peraga, papan interaktif, media visual, dan tantangan angka yang sesuai dengan masing-masing tingkat kelas. Suasana belajar yang terbuka dan kolaboratif memungkinkan siswa untuk belajar sambil bermain di lingkungan yang inspiratif.
Hal ini disampaikan oleh Kepala SDN 04 Meruya Selatan, Tri Susilawati, yang menjelaskan bahwa inovasi ini muncul dari niat bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
“Kami ingin agar numerasi menjadi bagian dari budaya, bukan hanya mata pelajaran. Dengan Taman Numerasi INTAN, siswa bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan berharga. Kami berharap mereka tidak lagi merasa takut menghadapi matematika, tapi justru terinspirasi untuk menjelajah,” ujarnya.
Senada dengan itu, guru Komala Sari menambahkan bahwa INTAN dirancang untuk mendorong siswa belajar secara aktif dan kontekstual.
“Kami menyediakan media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Dengan cara ini, mereka menyadari bahwa numerasi ada di sekitar mereka. Anak-anak menjadi lebih percaya diri saat menyelesaikan tantangan angka karena belajar sambil bersenang-senang,” jelasnya.
Di sisi lain, guru Rindy Afrizal juga mengapresiasi pelaksanaan Taman Numerasi sebagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
“Inovasi seperti INTAN menunjukkan bahwa perubahan dalam pendidikan bisa dimulai di sekolah. Ketika guru berinovasi dan sekolah memberikan kesempatan untuk eksplorasi, siswa akan berkembang menjadi pembelajar yang aktif dan adaptif. Ini bukan hanya tentang angka, tapi juga membangun cara berpikir,” ungkapnya.
Taman Numerasi ini menawarkan keunggulan yang unik untuk Indonesia dengan menyediakan lingkungan fisik yang didesain khusus untuk mendukung pembelajaran mendalam yang terintegrasi dalam pendekatan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Berbeda dengan metode di Jepang yang memanfaatkan lingkungan sekitar dan mendorong eksperimen, Taman Numerasi di Indonesia menawarkan pendekatan yang lebih teratur dengan ruang belajar interaktif yang fokus pada penguatan kemampuan numerasi secara menyeluruh.
"Dengan konsep ini, siswa tidak hanya belajar fakta tetapi juga menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menyelesaikan masalah nyata, sejalan dengan semangat pembelajaran yang berpusat pada siswa,"
Konsep ini menarik perhatian Profesor Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido, Jepang, yang datang langsung untuk melihat dan berdiskusi dengan guru serta siswa di SDN 04 Meruya Selatan dalam proses pembelajaran berbasis inovasi INTAN.
Inovasi INTAN menjadi bukti nyata dari komitmen sekolah dan Indonesia untuk mendukung perubahan dalam pendidikan. Praktik baik ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya atau dominasi metode pengajaran yang konvensional.
Dengan demikian, sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih dinamis dan berarti, serta membentuk generasi yang mahir dalam numerasi dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kehadiran Taman Numerasi INTAN juga memperkuat penerapan pembelajaran yang beragam. Dalam pendekatan ini, guru berfungsi sebagai pendukung yang membantu siswa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Numerasi tidak lagi dilihat sebagai mata pelajaran yang kaku, tetapi sebagai keterampilan hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.**
Read more info "Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi di Indonesia" on the next page :