Sekolah Rusak Berat, Daerah 3T dan Terdampak Bencana jadi Prioritas Revitalisasi Sekolah 2026
- Minggu, 22 Februari 2026 - 07:10:06
- Oleh admin
Riaupintar.com -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjamin kelangsungan program Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga tahun 2026 dengan dana yang sudah disiapkan dalam APBN. Kebijakan ini akan fokus pada tiga hal yang sangat penting, yaitu sekolah dengan kerusakan parah, sekolah-sekolah di daerah terpencil dan terluar (3T), serta sekolah yang terkena dampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pemerintah telah menyediakan dana sekitar Rp14 triliun untuk program ini pada tahun 2026. Saat ini, tahap verifikasi dan validasi (verval) terhadap satuan pendidikan yang akan menerima dukungan sedang berjalan.
“Untuk tahun 2026, dana yang sudah terjamin di APBN adalah Rp14 triliun untuk revitalisasi. Saat ini, proses verval sedang berlangsung untuk sekitar 11. 470 satuan pendidikan,” kata Mendikdasmen di Kabupaten Jember, pada Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan pendidikan di lingkungan yang aman dan layak. Sarana pendidikan yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kualitas belajar dan pemerataan akses pendidikan.
Selanjutnya, Mendikdasmen menyampaikan bahwa sesuai dengan petunjuk Presiden Republik Indonesia saat peringatan Hari Guru Nasional 2025, cakupan revitalisasi di tahun 2026 akan diperluas secara signifikan. Pemerintah menargetkan untuk menambah 60. 000 satuan pendidikan untuk direvitalisasi, sehingga total pada tahun 2026 diperkirakan akan mencapai lebih dari 71. 000 satuan pendidikan.
Read more info "Sekolah Rusak Berat, Daerah 3T dan Terdampak Bencana jadi Prioritas Revitalisasi Sekolah 2026" on the next page :