Perkuat Pembelajaran Inklusif, Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur'an Bahasa Isyarat
Rabu, 22 Juli 2026 - 07:45:18
Oleh admin
Riaupintar.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menutup kegiatan Training of Trainers (ToT) Al-Qur'an Bahasa Isyarat Batch 3 yang berlangsung selama dua hari di Masjid Baitut Tholibin, Kompleks Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa 21 Juli 2026.
Penutupan kegiatan ditandai dengan pengukuhan 21 peserta, yang terdiri atas 11 guru dan 10 murid, sebagai Duta Al-Qur'an Bahasa Isyarat. Mereka diharapkan menjadi penggerak dalam memperluas pembelajaran Al-Qur'an yang inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas rungu di berbagai daerah.
Selama pelatihan, para peserta mempelajari metode membaca, memahami, dan mengajarkan Al-Qur'an menggunakan bahasa isyarat. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan di satuan pendidikan maupun komunitas sehingga semakin banyak peserta didik penyandang disabilitas rungu memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pendidikan yang inklusif harus memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik, termasuk dalam pembinaan spiritual.
"Pendidikan yang inklusif harus menjamin saudara-saudara kita yang Tuli memiliki akses yang setara, tidak hanya dalam urusan akademik, tetapi juga untuk meraih kebahagiaan dan kecerdasan spiritual. Belajar dan mengajar Al-Qur'an dengan bahasa standar saja memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terlebih lagi dengan bahasa isyarat. Namun, ikhtiar ini adalah bagian penting dari pengabdian kita," ujarnya.
Tatang juga mengingatkan para Duta Al-Qur'an Bahasa Isyarat agar menjadikan amanah tersebut sebagai langkah awal untuk terus berbagi manfaat di daerah masing-masing.
"Gelar dan sertifikat yang didapatkan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari amanah besar. Jadikan ilmu yang didapat sebagai pelita dan teruslah berkolaborasi membangun ekosistem Al-Qur'an bahasa isyarat agar semakin berkembang dan mudah dipahami," tambahnya.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya Fira, peserta didik dari SLB Muhammadiyah Karangpawitan, Garut, yang mengaku senang dapat belajar Al-Qur'an melalui bahasa isyarat.
"Aku sangat senang belajar Al-Qur'an. Di sini saya belajar huruf hijaiyah, seperti alif, ba, ta, tsa, jim, dan ha. Semoga ilmu yang kami terima bisa bermanfaat," tutur Fira.
Pada penutupan kegiatan, Kemendikdasmen juga memberikan penghargaan kepada tiga peserta terbaik, yakni Nafisya Lutsiana, Indah Pujasari, dan Tiara Nida Maharani. Penghargaan berupa sertifikat tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, semangat, dan capaian mereka selama mengikuti pelatihan.**
Read more info "Perkuat Pembelajaran Inklusif, Kemendikdasmen Kukuhkan Duta Al-Qur'an Bahasa Isyarat" on the next page :