SMPN 2 Kudus Luncurkan Jurnal Digital 7KAIH, Libatkan Orang Tua Bentuk Karakter Siswa
Jumat, 31 Juli 2026 - 11:35:10
Oleh admin
Riaupintar.com– Upaya membangun karakter peserta didik kini tak lagi hanya mengandalkan pembiasaan di ruang kelas. SMP Negeri 2 Kudus menghadirkan Jurnal Digital 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), sebuah inovasi berbasis digital yang memungkinkan sekolah dan orang tua memantau perkembangan karakter siswa secara terintegrasi.
Aplikasi berbasis web ini menjadi wadah pencatatan berbagai kebiasaan positif siswa setiap hari. Seluruh data tersimpan secara digital sehingga lebih aman, mudah diakses, dan dapat dipantau secara real time oleh guru, orang tua, maupun manajemen sekolah.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat berkunjung ke Kudus, Jawa Tengah, Jumat 31 Juli 2026. Menurutnya, pembentukan karakter merupakan fondasi utama keberhasilan seseorang.
"Kebiasaan orang menentukan kesuksesannya. Biasakan bangun pagi lalu beribadah dan berolahraga. Biasakan hidup sehat karena sehatmu adalah hidupmu," ujar Abdul Mu'ti.
Kepala SMP Negeri 2 Kudus, In Setyorini, mengatakan pengembangan Jurnal Digital 7KAIH merupakan bentuk adaptasi sekolah terhadap transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus mendukung implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, aplikasi tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai media pencatatan aktivitas harian siswa, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak.
"Jurnal Digital 7KAIH bukan hanya alat pencatatan, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara murid, guru, dan orang tua. Data yang tersaji membantu kami memahami perkembangan karakter peserta didik secara utuh sehingga pembinaan dapat dilakukan lebih tepat sasaran," katanya.
Penggagas aplikasi sekaligus Guru IPA SMPN 2 Kudus, M. Nur Faizin, menjelaskan sistem yang terintegrasi memungkinkan guru memantau kebiasaan harian siswa, melakukan deteksi dini jika muncul persoalan, hingga memberikan apresiasi terhadap perilaku positif.
Yang membedakan aplikasi ini dari jurnal konvensional adalah keterlibatan aktif orang tua. Mereka dapat masuk ke sistem menggunakan akun masing-masing untuk memvalidasi laporan harian anak sekaligus memberikan catatan apabila kondisi di rumah berbeda dengan yang dituliskan siswa.
"Misalnya anak menuliskan bangun pukul 05.00, orang tua bisa memvalidasi. Mereka juga dapat memberikan komentar jika pelaksanaan di rumah berbeda dengan laporan yang diisi anak," jelas Faizin.
Ia menambahkan, sosialisasi penggunaan aplikasi kepada orang tua akan semakin digencarkan mulai Agustus mendatang. Harapannya, Jurnal Digital 7KAIH mampu menjadi fondasi lahirnya generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jujur, disiplin, dan berakhlak mulia.
"Capaian akademik tidak sepenuhnya menentukan kesuksesan seseorang. Sekitar 80 persen ditentukan oleh karakter. Karena itu, kami berharap anak-anak mengisi jurnal dengan jujur dan terus termotivasi memperbaiki diri," ujarnya.
Inovasi tersebut juga mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya Indigo A, siswa kelas IX SMPN 2 Kudus, yang mengaku lebih nyaman mengisi jurnal melalui telepon genggam dibandingkan menggunakan buku manual.
"Pengisiannya simpel. Tinggal memilih aktivitas 7KAIH, menuliskan waktu pelaksanaannya, lalu mengisi catatan refleksi," ungkap Indigo.
Menurutnya, aplikasi ini membuat komunikasi antara dirinya dan orang tua menjadi lebih baik karena keduanya dapat melihat perkembangan kebiasaan sehari-hari secara terbuka.
"Mengisi dengan jujur membuat orang tua semakin percaya kepada kita. Guru dan orang tua juga bisa melihat karakter kita apa adanya. Jurnal ini menjadi bahan refleksi agar saya bisa terus menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Indigo bersama rekannya, Ahza, mendemonstrasikan penggunaan Jurnal Digital 7KAIH melalui Interactive Flat Panel (IFP) di hadapan Mendikdasmen. Keduanya memperagakan proses login, pengisian aktivitas harian, hingga cara orang tua memantau perkembangan anak melalui aplikasi.
Ahza mengaku aplikasi tersebut membantunya membangun disiplin, terutama kebiasaan bangun pagi pukul 04.00.
"Orang tua saya juga mendukung karena bisa mengontrol keseharian saya," katanya.
Melalui inovasi ini, SMP Negeri 2 Kudus menunjukkan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan tidak hanya menyentuh proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.**
Read more info "SMPN 2 Kudus Luncurkan Jurnal Digital 7KAIH, Libatkan Orang Tua Bentuk Karakter Siswa" on the next page :