Wisuda 1.351 Lulusan, UMRI Perkuat Mutu Akademik dan Infrastruktur Kampus
Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:55:57
Oleh admin
Riaupintar.com – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali mencatat sejarah dengan mewisuda 1.351 lulusan pada Wisuda XXXI Program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Tiga (D-3) Tahun Akademik 2025/2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan wisuda UMRI.
Prosesi Sidang Senat Terbuka dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (24–25 Oktober 2026), di Gedung SKA Co Ex, Pekanbaru.
Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA kepada wartawan, Kamis 22 Oktober 2026 menjelaskan, pemilihan Gedung SKA Co Ex mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru agar pelaksanaan wisuda berlangsung tertib dan nyaman, dengan tetap memperhatikan kesehatan serta keselamatan seluruh peserta.
"Semula kita telah memilih kampus menjadi tempat pelaksanaan wisuda, namun dikarena kondisi cuaca atau kabut asap yang masih menyelimuti kota kita ini, maka kegiatan terpaksa dipindah ke SKA Co Ex,"tegas Saidul.
Ikut hadir mendampingi Rektor pada saat itu Ketua Badan Pembina Harian UMRI Prof Dr HM NAzir MA, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Riau, Prof Dr Jufrizal Syahri MSi, Ketua Panitia Wisuda XXXI/Kepala Biro Administrasi Akademik UMRI, Leni Wahyuni Kamal, SPib MM dan Kepala Kantor Humas, Keprotokolan, dan Hukum UMRI, M Anwar Siregar SH.
Dia mejelaskan, sebanyak 1.351 wisudawan dan wisudawati tersebut berasal dari sembilan fakultas dan Sekolah Pascasarjana, dengan komposisi satu program magister, 21 program sarjana, dan tiga program diploma tiga.
Dari total lulusan, sebanyak 558 orang merupakan laki-laki dan 793 orang perempuan. Berdasarkan agama, terdapat 1.271 lulusan beragama Islam, 65 Protestan, 14 Katolik, dan satu Buddha.
Keberagaman tersebut mencerminkan kehidupan akademik UMRI yang inklusif, harmonis, serta menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan.
Mengingat jumlah peserta yang besar, prosesi wisuda dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pada Sabtu (24/10/2026) diikuti 711 wisudawan dari Sekolah Pascasarjana dan lima fakultas. Sementara sesi kedua pada Ahad (25/10/2026) diikuti 640 wisudawan dari tiga fakultas.
Berdasarkan data UMRI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penyumbang lulusan terbanyak, yakni 313 orang. Berikutnya, Fakultas MIPA dan Kesehatan sebanyak 259 orang, Fakultas Ilmu Komputer 222 orang, dan Fakultas Teknik 162 orang.
"Selanjutnya, Fakultas Komunikasi meluluskan 116 orang, Fakultas Studi Islam 105 orang, Fakultas Ilmu Hukum 103 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 62 orang, serta Sekolah Pascasarjana sembilan orang," Ujar Saidul.
Para lulusan berasal dari beragam program studi, mulai dari bidang teknik, kesehatan, ekonomi, komputer, komunikasi, pendidikan, hukum, studi Islam hingga manajemen dan kewirausahaan.
Perkuat Mutu, 16 Program Studi Raih Akreditasi Unggul
Seiring pertumbuhan jumlah mahasiswa dan lulusan, UMRI terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan program studi, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan sistem penjaminan mutu dan akreditasi.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, UMRI menyelenggarakan 35 program studi pada jenjang Diploma Tiga, Sarjana, Magister, dan program profesi yang tersebar di sembilan fakultas dan Sekolah Pascasarjana.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 program studi telah meraih akreditasi Unggul. Program itu meliputi D-3 Mesin Otomotif dan D-3 Keperawatan; program sarjana Biologi, Fisika, Kimia, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Pendidikan Informatika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan IPA, Ilmu Hukum, Perbankan Syariah, dan Kebidanan; serta Pendidikan Profesi Bidan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen UMRI untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing lulusan. Ke depan, kampus ini akan terus mendorong peningkatan akreditasi, pengembangan kompetensi dosen, perluasan kerja sama, serta peningkatan kualitas lulusan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan tantangan masyarakat.
Adapun tema wisuda kali ini adalah From Knowledge to Impact, Lulusan Didorong Berdampak bagi Peradaban. tema ini menurut Rektor menegaskan bahwa pengetahuan tidak boleh berhenti pada proses belajar atau pencapaian gelar akademik. Ilmu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, inovasi, dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Para lulusan juga diharapkan menjadi duta Persyarikatan Muhammadiyah di tengah kehidupan masyarakat, sekaligus tampil sebagai tenaga profesional yang kompeten, berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,"ujar Saidul Amin.
"Melalui bekal akademik dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan, lulusan UMRI diharapkan mampu berkontribusi bagi umat, bangsa, dan semesta,"sambungnya.
Rampungkan Mahmud Marzuki Tower, Siapkan Audisportorium Rp30 Miliar
Untuk mendukung peningkatan mutu akademik dan pengembangan kelembagaan, UMRI terus memperkuat infrastruktur serta sarana pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyelesaian pembangunan Gedung Mahmud Marzuki Tower (MMT) setinggi sembilan lantai. Gedung ini diharapkan menjadi fasilitas penunjang aktivitas sivitas akademika sekaligus ruang pengembangan kompetensi, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa.
UMRI juga merencanakan pembangunan Audisportorium dengan estimasi anggaran Rp30 miliar. Fasilitas terpadu tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan olahraga, akademik, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan, termasuk wisuda serta kegiatan berskala nasional dan internasional.
Peletakan batu pertama pembangunan Audisportorium direncanakan berlangsung pada 2026 sebagai langkah awal menghadirkan fasilitas kampus yang representatif dan multifungsi.
Selain itu, UMRI merencanakan pembelian lahan dan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Riau dengan estimasi anggaran Rp130 miliar.
Rumah sakit pendidikan tersebut diproyeksikan mendukung pengembangan pendidikan kedokteran, khususnya pembelajaran klinis, penelitian, serta peningkatan kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Kembangkan Pertanian Kampus untuk Dukung Ketahanan Pangan
UMRI turut mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Kampus melalui pengembangan pertanian di area seluas 1.190 meter persegi.
Program ini melibatkan sivitas akademika dan keluarga besar UMRI. Selain mendukung ketahanan pangan, kawasan pertanian tersebut diarahkan menjadi sarana pembelajaran praktik, penelitian, inovasi teknologi pertanian, serta pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Melalui penguatan mutu akademik, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan program berbasis kebutuhan masyarakat, UMRI berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban. (nik)
Read more info "Wisuda 1.351 Lulusan, UMRI Perkuat Mutu Akademik dan Infrastruktur Kampus" on the next page :
Capacity building ini bukan hanya tentang bagaimana kita membangun kebersamaan, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah