Bukan Sekadar Kuliah, Mahasiswa Baru UMRI Diajak Jadi Relawan Kemanusiaand
Sabtu, 12 September 2026 - 09:10:49
Oleh admin
Riaupintar.com – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) diajak mengenal pentingnya kesiapsiagaan bencana sekaligus mengambil peran dalam gerakan kemanusiaan Muhammadiyah. Pesan tersebut disampaikan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Riau dalam kegiatan sosialisasi di halaman Kampus Utama UMRI, Sabtu 12 September 2026 pagi.
Sekitar 2.700 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru tersebut. Sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan kepedulian sosial, kesiapsiagaan, serta semangat kemanusiaan kepada generasi muda Muhammadiyah.
Kegiatan menghadirkan dua pembicara, yakni M. Anwar Siregar, S.H., Ketua MDMC Riau periode 2010–2015 dan 2015–2022, serta M. Hasby Ash Shiddiqi, S.I.Kom., Relawan Muhammadiyah Riau.
Dalam pemaparannya, Anwar menjelaskan bahwa kehadiran lembaga kebencanaan dalam Persyarikatan Muhammadiyah merupakan bagian dari amanah permusyawaratan organisasi. Lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama dalam mengoordinasikan penanganan terhadap korban dan penyintas.
“Kehadiran lembaga kebencanaan merupakan amanah permusyawaratan dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Salah satu tugas utamanya adalah membantu mengoordinasikan beban korban dan penyintas dalam setiap kejadian bencana,” ujar Anwar.
Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Relawan juga harus memiliki kesiapan mental dan fisik karena kondisi di lapangan membutuhkan ketangguhan serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi darurat.
“Dalam merespons bencana, kita tidak hanya mempersiapkan skill dan pengetahuan, tetapi juga harus mempersiapkan mental dan fisik. Karena kondisi di lapangan membutuhkan ketangguhan, ketenangan, dan kesiapan untuk membantu sesama,” jelas Anwar yang juga menjabat Kepala Kantor Humas, Keprotokolan, dan Hukum UMRI.
Sementara itu, Hasby memaparkan struktur Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah di wilayah Riau, termasuk pentingnya koordinasi dan pembagian tugas dalam setiap kegiatan penanggulangan bencana.
Ia menegaskan, respons kebencanaan membutuhkan kerja tim yang terorganisasi. Setiap personel harus memahami tugas dan fungsinya agar penanganan di lapangan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Dalam setiap respons kebencanaan, kita harus memahami tugas dan fungsi masing-masing. Relawan tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama agar setiap langkah yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak,” ungkap Hasby.
Di hadapan mahasiswa baru, Hasby juga mengajak mahasiswa UMRI untuk tidak hanya menjadi insan akademik, tetapi ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan Muhammadiyah.
“Kami berharap mahasiswa UMRI dapat menjadi bagian dari relawan Muhammadiyah. Jadilah generasi muda yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga memiliki kepedulian dan kesiapan untuk hadir membantu masyarakat ketika terjadi bencana,” ajaknya.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran LRB/MDMC Wilayah Riau dan mendapat antusiasme dari mahasiswa baru UMRI. Selain memperkenalkan gerakan kebencanaan Muhammadiyah, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, UMRI bersama LRB Muhammadiyah Riau mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan, ketangguhan, dan jiwa kemanusiaan untuk berkontribusi membantu masyarakat serta mencerahkan semesta.(muh)
Read more info "Bukan Sekadar Kuliah, Mahasiswa Baru UMRI Diajak Jadi Relawan Kemanusiaand" on the next page :