KWT Desa Meskom Dilatih Mahasiswa KKN Unri Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

  • Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:50:03
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau membekali Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, dengan keterampilan membuat pestisida nabati berbahan daun pepaya.


Pelatihan ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi petani untuk mengendalikan hama menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh tanpa harus bergantung pada pestisida kimia.


Kegiatan bertajuk "Penyuluhan Pestisida Nabati" tersebut dilaksanakan pada Sabtu 11 Juli 2026 di rumah Ketua RT 003, Dusun Tua, Desa Meskom. Penyuluhan berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30 WIB di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Zulkarnain, M.Si., dan diikuti 17 anggota Kelompok Wanita Tani yang sehari-hari mengelola lahan pertanian.


Program tersebut merupakan salah satu agenda mahasiswa KKN Universitas Riau yang beranggotakan 12 mahasiswa dengan Agung Rezki Arya dari Program Studi Teknik Arsitektur sebagai ketua kelompok dan Arrisqa Vrisya dari Program Studi Bimbingan Konseling sebagai wakil ketua.


Penyuluhan digelar sebagai respons atas kondisi sebagian petani di Desa Meskom yang belum memanfaatkan pestisida dalam perawatan tanaman atau belum mengetahui cara membuat pestisida alami dengan biaya terjangkau. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan hama dan berdampak pada hasil panen.


Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara membuat pestisida nabati menggunakan bubuk daun pepaya kering, air, dan sabun cuci piring. Daun pepaya dimanfaatkan karena memiliki kandungan senyawa alami yang dapat membantu mengusir hama, sedangkan sabun cuci piring berfungsi sebagai perekat agar larutan lebih mudah menempel pada permukaan daun tanaman.


Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan pembuatannya, mulai dari melarutkan bubuk daun pepaya ke dalam air, menambahkan sedikit sabun cuci piring, mengaduk hingga merata, mendiamkan larutan beberapa saat, kemudian menyaringnya sebelum dimasukkan ke dalam alat semprot untuk diaplikasikan pada tanaman.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa seluruh proses dapat dilakukan menggunakan bahan dan peralatan sederhana yang tersedia di rumah, sehingga mudah dipraktikkan secara mandiri oleh masyarakat.


Kegiatan mendapat sambutan positif dari Ketua RT 003 yang menjadi tuan rumah pelaksanaan penyuluhan. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi warga yang aktif bertani.


"Kami senang sekali dengan kegiatan ini, kami percaya kegiatan ini sangat berguna untuk kami dalam kegiatan bertani yang kami lakukan," ujarnya.


Selama sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari takaran bahan, cara penggunaan pestisida nabati, hingga perbedaan efektivitasnya dibandingkan pestisida kimia. Mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati memang lebih ramah lingkungan dan ekonomis, namun memerlukan aplikasi yang lebih rutin karena daya kerjanya tidak secepat pestisida kimia.
Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mengikuti penyuluhan. Bahkan, ketua Kelompok Wanita Tani menyiapkan buku catatan untuk mencatat setiap tahapan pembuatan pestisida nabati yang dipaparkan mahasiswa.


Ketua Kelompok KKN Desa Meskom, Agung Rezki Arya, berharap pengetahuan yang diberikan dapat terus diterapkan oleh anggota Kelompok Wanita Tani dalam aktivitas pertanian sehari-hari.


"Kami berharap ibu-ibu bisa terus mempraktikkan pembuatan pestisida nabati ini di rumah masing-masing. Selain lebih hemat, cara ini juga lebih aman buat tanaman dan lingkungan sekitar," ujarnya.


Penyuluhan diakhiri dengan praktik penyemprotan pestisida nabati pada sejumlah tanaman di sekitar lokasi sebelum seluruh peserta mengikuti sesi dokumentasi bersama.


Mahasiswa KKN Universitas Riau berharap inovasi sederhana tersebut dapat menjadi alternatif pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pestisida kimia pada masa mendatang.**

Berita Terkait

Populer