Pengajian Bulanan UMRI: Teladani Rasulullah, Satukan Iman, Ilmu dan Akhlak
Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:24:52
Oleh admin
Riaupintar.com – Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara tentang kecerdasan dan prestasi akademik. Lebih dari itu, kampus juga memiliki peran penting membentuk manusia yang kuat secara spiritual dan mulia dalam akhlak.
Semangat inilah yang terus dibangun Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melalui agenda pengajian bulanan. Bertempat di Masjid Baitul Hikmah Kampus UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Jumat 28 Agustus 2026, ratusan civitas akademika mengikuti pengajian dengan penuh khidmat.
Dalam kegiatan tersebut, Umri menghadirkan Ustadz Dr. H. Mawardi M. Saleh, M.A. sebagai penceramah. Ia mengajak seluruh civitas akademika menjadikan momentum bulan Rabiul Awal sebagai ruang refleksi untuk kembali meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Mawardi mengingatkan bahwa Rabiul Awal menyimpan sejumlah peristiwa besar dalam perjalanan sejarah Islam. Setidaknya, ada tiga momentum penting yang patut direnungkan umat, yakni kelahiran Nabi Muhammad SAW, hijrah Rasulullah ke Madinah, dan wafatnya Rasulullah.
“Tiga peristiwa besar yang perlu kita renungkan adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW., hijrah Rasulullah ke Madinah, dan wafatnya Rasulullah,” ujarnya.
Kelahiran Rasulullah, kata dia, menjadi awal hadirnya seorang pembawa risalah yang mengajak manusia keluar dari kehidupan jahiliah menuju peradaban yang berlandaskan tauhid, ilmu pengetahuan dan akhlak.
Sementara hijrah ke Madinah bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, hijrah menjadi tonggak penting pembangunan peradaban Islam yang mengajarkan tentang perjuangan, pengorbanan, persaudaraan, perencanaan, serta keberanian melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Adapun wafatnya Rasulullah menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia memiliki batas. Namun, nilai perjuangan dan keteladanan beliau harus terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Tiga Pilar Membentuk Insan Cendekia
Dalam kesempatan itu, Ustadz Mawardi juga menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam membentuk manusia unggul, yakni Tilawah, Tazkiyah dan Ta'lim.
Tilawah, jelasnya, tidak hanya dimaknai sebagai membaca Al-Qur'an. Lebih luas dari itu, tilawah mengajarkan manusia untuk membaca, memahami dan menghayati ayat-ayat Allah, termasuk tanda-tanda kebesaran-Nya yang terbentang di alam semesta dan kehidupan sehari-hari.
Sementara Tazkiyah merupakan proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kebersihan hati dan kepribadian yang baik.
Ilmu yang tinggi, kata dia, semestinya melahirkan manusia yang jujur, amanah, rendah hati dan bertanggung jawab.
Sedangkan Ta'lim menjadi proses pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Seorang insan cendekia harus memiliki semangat belajar yang tidak pernah berhenti, terus memperluas wawasan dan mengembangkan pengetahuan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketiga pilar tersebut sejalan dengan tugas Rasulullah sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Jumu'ah ayat 2, yakni membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa, serta mengajarkan Kitab dan hikmah.
“Insan cendekia bukan hanya orang yang pintar. Ia harus mampu membaca, memiliki jiwa yang bersih dan terus belajar. Karena itu, tilawah, tazkiyah dan ta'lim harus menjadi bagian dari proses pembentukan manusia,” ungkapnya.
Menurut Ustadz Mawardi, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, integritas dan kepedulian sosial.
Dalam konteks Umri, nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang mampu menyatukan iman, ilmu dan amal. Mahasiswa dan seluruh civitas akademika tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat bagi umat, bangsa dan kemanusiaan.
Ustadz Mawardi pun mengajak seluruh keluarga besar Umri untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, amanah, kecintaan terhadap ilmu, kesabaran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama harus tercermin dalam kehidupan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pengajian bulanan tersebut diikuti civitas akademika dan keluarga besar Umri. Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan yang juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat pemahaman keislaman di lingkungan kampus.
Melalui pengajian rutin ini, Umri terus berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya melahirkan insan cendekia unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap umat serta bangsa.
Momentum Rabiul Awal pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, bulan kelahiran Rasulullah menjadi momentum refleksi bagi seluruh keluarga besar UMRI untuk semakin mencintai Nabi Muhammad SAW., meneladani akhlaknya, serta menghidupkan nilai Tilawah, Tazkiyah dan Ta'lim dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan iman yang kuat, ilmu yang luas dan akhlak yang mulia, UMRI berharap terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat dan peradaban.**
Read more info "Pengajian Bulanan UMRI: Teladani Rasulullah, Satukan Iman, Ilmu dan Akhlak" on the next page :