Riaupintar.com -- Acara puncak dari kegiatan Ramadhan Ceria 1447 Hijriyah Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) digelar penyerahan santunan bagi 1.500 dhuafa yang bekerjasama dengan Baznas Riau, Jumat 13 Maret 2026 dikampus utama Umri Jalan Tuanku Tambusai Ujung Pekanbaru.
Selain pemberian santunan kepada Dhuafa, acara yang dilaksanakan sejak sore tersebut dibarengi dengan buka puasa bersama tersebut juga diserahkan hadiah kepada para pemenang dari berbagai lomba Al Islam kemuhammadiyahan (AIK) dan pemenang lomba Musabaqoh Hifzil Qur'an (MHQ) Internasional Umri.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri Koko Hardianto selaku Staf Kementerian Koperasi dan UMKM, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dan Ketus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari
Hadir pula Masriadi Hasan selaku Ketua BAZNAS Provinsi Riau, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, H. Lawanis selaku donatur santunan dhuafa, Ketua BPH UMRI, HM Nazir Karim dan segenap civitas akademika Umri.
Koko Hardianto memberikan apresiasi kepada Umri yang merupakan bagian syiar Islam sekaligus penguatan nilai -nilai keislaman di tengah masyarakat.
Hal ini sejalan dengan semangat koperasi yang mengusung asas kebersamaan dan gotong royong.
"Koperasi diharapkan akan berjalan secara profesional saling menguatkan dan memberdayakan," ucap Koko.
Ia menambahkan, adanya Koperasi Syariah MUI diharapkan menjadi penggerak dan kakak asuh bagi Koperasi Desa kelurahan Merah Putih di Provinsi Riau yang telah menjadi program unggulan Presiden Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, mengucapkan rasa syukur dapat langsung menghadiri kegiatan yang penuh nilai silaturahmi ukhuwah serta kepedulian kepada sesama ini.
Dia juga menyampaikan Umri merupakan mitra strategis bagi pemerintah provinsi Riau dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul untuk masa depan Riau.
Pemerintah Riau, kata dia, telah menyiapkan anggaran beasiswa sebesar Rp62 miliar bagi anak-anak Riau yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Itu, katanya, bentuk komitmen pemerintah Riau mendukung dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas sumberdaya Manusia.
"Dari jumlah tersebut, Universitas Muhammadiyah Riau mendapatkan alokasi sebesar Rp7,1 miliar," ucapnya.
Rektor UMRI, Saidul Amin melaporkan bahwa UMRI kini sudah berusia 17 tahun dengan mahasiswa lebih kurang 14 ribu orang.
Umri kini memiliki 9 fakultas dan 30 program studi yang di antaranya sudah mendapat predikat Unggul.
Saidul juga menyampaikan acara Ramadhan Ceria ini merupakan kegiatan tahunan yang di dalamnya banyak agenda.
"Kegiatan ini tidak hanya memberikan santunan kepada 1.500 dhuafa namun UMRI juga melaksanakan MHQ Internasional yang diikuti 11 negara dengan 93 peserta," ucapnya.
Di sela kegiatan tersebut juga di-launching Koperasi Syariah Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau.
Untuk diketahui, selain rektor, Saidul Amin sekaligus menjabat Ketua MUI Provinsi Riau.
Sementara dalam tausyiyah singkat, Drs H Hajriyanto Y. Thohari,MA yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Lebanon mengatakan sangat berbangga Umri berkembang sedemikian cepat di bawah dukungan internal warga persyarikatan Muhammadiyah dan bantuan Pemerintah Riau.
Dalam tausiyahnya menyampaikan makna dari surat Muhammad yang sejalan dengan semangat Muhammadiyah selalu memberikan manfaat bagi seluruh umat tidak hanya warganya namun juga untuk nonmuslim.
"Amal usaha Muhammadiyah ada universitas dan juga rumah sakit siapa saja mendapatkan pelayanan yang sama tidak membeda-bedakan agama dan partainya," kata dia.
Hajriyanto mengatakan Muhammadiyah memiliki semangat pluralisme dan toleransi serta keterbukaan.
"Terbukti di Universitas Muhammadiyah Sorong di Papua Barat 82 persen mahasiswanya beragama Kristen," tuturnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan buka bersama dan salat Maghrib berjamaah serta diakhiri dengan pembagian santunan kepada 1.500 dhuafa sebagai penerima manfaat.**
Read more info "Tabligh Akbar, Umri Santuni 1.500 Dhuafa" on the next page :
tidak hanya dari Asia Tenggara, peminat kegiatan yang menjadi agenda rutin Umri setiap bulan suci Ramadhan ini juga diikuti peserta dari benua Afrika dan eropa.