Wamendikdasmen Tekankan Peran Bahasa Indonesia sebagai Kunci Literasi dan Persatuan

  • Rabu, 15 April 2026 - 17:25:53
  • Oleh admin

Riaupintar.com -- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan pentingnya bahasa Indonesia sebagai identitas nasional, serta sebagai pengikat masyarakat dan bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan.


“Bahasa Indonesia lebih dari sekadar identitas; ia berperan sebagai pengikat negara. Di masa mendatang, bahasa Indonesia perlu terus berkembang dan didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan,” jelas Atip dalam sambutannya pada acara peningkatan keterampilan berbahasa Indonesia di Palembang, Rabu 15 April 2026.


Ia menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya sebatas kemampuan membaca, melainkan juga kemampuan untuk memahami isi dari bacaan. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak pelajar yang membaca tanpa betul-betul memahami arti dari teks yang mereka baca.


“Banyak yang membaca, tetapi tidak dapat memahami. Ini adalah tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” papar Atip.


Lebih lanjut, Atip menegaskan bahwa pengajaran bahasa Indonesia harus terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari supaya lebih mudah dipahami oleh siswa. Diharapkan guru dapat memberikan pembelajaran yang bersifat aplikatif, bukan hanya teoritis.



Dalam kesempatan ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti, menyampaikan bahwa acara ini diikuti oleh 200 siswa SMP dari Kabupaten Ogan Ilir yang mendapatkan pelatihan membaca secara cepat. Selain itu, guru pendamping juga diberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam mendampingi siswa.


“Setelah acara ini, akan dilakukan evaluasi dalam dua bulan untuk menilai perkembangan kemampuan literasi siswa dan menentukan langkah-langkah selanjutnya,” tambahnya.


Di samping itu, Balai Bahasa juga melaksanakan kegiatan serupa untuk 200 siswa SD dalam kemampuan mengulas buku, serta 200 siswa SMA di Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk peningkatan keterampilan membaca kritis.


Dalam sesi diskusi, beberapa guru menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan sumber daya listrik, akses internet, serta fasilitas pembelajaran di daerah terasing.


Menanggapi hal ini, Wamendikdasmen menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengatasi kesenjangan pendidikan melalui program digitalisasi dan penyediaan peralatan belajar, serta menggarisbawahi bahwa semua langkah tersebut sejalan dengan arahan Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong revitalisasi pendidikan dan akselerasi digitalisasi di lingkungan pendidikan.



Ia juga mendorong para pendidik untuk terus berinovasi dalam pengajaran literasi, termasuk membiasakan siswa untuk membaca dengan tujuan, memahami teks, dan mampu menyampaikan ide baik secara lisan maupun tulisan.


Acara ini merupakan bagian dari upaya kolektif dalam meningkatkan kualitas literasi dan keterampilan berbahasa Indonesia bagi siswa dan tenaga pendidik di wilayah Sumatera Selatan.*

Read more info "Wamendikdasmen Tekankan Peran Bahasa Indonesia sebagai Kunci Literasi dan Persatuan" on the next page :

Berita Terkait

Populer